<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Hishamuddin Rais: Mat Rempit Revisited</title>
	<atom:link href="http://ricecooker.kerbau.com/2006/11/10/hishamuddin-rais-mat-rempit-revisited/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ricecooker.kerbau.com/2006/11/10/hishamuddin-rais-mat-rempit-revisited/</link>
	<description>version 4.0! yep, still cookin'</description>
	<lastBuildDate>Thu, 04 Mar 2010 16:34:36 +0800</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: sang kepala</title>
		<link>http://ricecooker.kerbau.com/2006/11/10/hishamuddin-rais-mat-rempit-revisited/comment-page-1/#comment-43745</link>
		<dc:creator>sang kepala</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2009 20:25:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ricecooker.kerbau.com/2006/11/10/hishamuddin-rais-mat-rempit-revisited/#comment-43745</guid>
		<description>haha.. memang panas kat sini.. HR kali ini betul2 membuka minda semua pembaca.. bagus la post ni..

Mat rempit.. 
penuh dengan aura negatif..aku percaya bukan niat kita untuk menghukum mereka ( mat rempit) dengan memberikan taksiran yang buruk. tetapi mereka yang memilihnya sendiri.. mereka yang memilih untuk memperjudikan nyawa mereka di casino jalanan semata2 untuk mendapatkan ganjaran penghormatan.. mereka yang memilih untuk mencemar maruah puteri2 negara dengan kerakusan nafsu binatangnya dan menayangkan sebagai piala.. mereka yang memilih untuk melabelkan hak2 dan kawasan mereka dan menunjukkan sifat barbarian mereka..

Seni Merempit..
pada aku seni adalah sesuatu yang lahir tulus dari hati kita.. seni sangat subjektif.. sangat sensitif.. penuh perasaan.. menjadi inspirasi.. seni boleh membangkitkan perasaan sedih, marah, dll.. sesuatu yang kita lukis, kita tulis, kita baca, itu seni.. tapi kalau merempit? mungkin mereka merasakan membelok dengan bahaya itu membangkitkan pearasaan gembira, dan mereka melakukan dengan sepenuh perasaan.. menjadi sumber inspirasi kepada mat rempit yang lain..ciri2nya seakan seni.. tetapi sesuatu yang nyata dan tidak kita boleh pertikaikan ialah  ianya membahayakan orang lain!! hakikatnya SENI TIDAK MEMBAHAYAKAN DAN MENYUSAHKAN ORANG LAIN!!! 

hukumannya..
kalau difikirkan sememangnya yang dikejar oleh mereka( mat rempit) dengan motor itu bukanlah lawannya, atau pialanya, tapi penghormatan.. nama..  kemegahan.. kalaulah kita dapat tukarkan 3 subjek tersebut kepada antonimnya.. iaitu penghinaan.. kosong.. memalukan.. mahukah mereka mngejarnya lagi.. mungkin disitu kita akan jumpa penyelesaiannya.. kita mencari penyelesaian.. bukan hukuman ..

Tq HR.. now evryone has open their eyes.. salam..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>haha.. memang panas kat sini.. HR kali ini betul2 membuka minda semua pembaca.. bagus la post ni..</p>
<p>Mat rempit..<br />
penuh dengan aura negatif..aku percaya bukan niat kita untuk menghukum mereka ( mat rempit) dengan memberikan taksiran yang buruk. tetapi mereka yang memilihnya sendiri.. mereka yang memilih untuk memperjudikan nyawa mereka di casino jalanan semata2 untuk mendapatkan ganjaran penghormatan.. mereka yang memilih untuk mencemar maruah puteri2 negara dengan kerakusan nafsu binatangnya dan menayangkan sebagai piala.. mereka yang memilih untuk melabelkan hak2 dan kawasan mereka dan menunjukkan sifat barbarian mereka..</p>
<p>Seni Merempit..<br />
pada aku seni adalah sesuatu yang lahir tulus dari hati kita.. seni sangat subjektif.. sangat sensitif.. penuh perasaan.. menjadi inspirasi.. seni boleh membangkitkan perasaan sedih, marah, dll.. sesuatu yang kita lukis, kita tulis, kita baca, itu seni.. tapi kalau merempit? mungkin mereka merasakan membelok dengan bahaya itu membangkitkan pearasaan gembira, dan mereka melakukan dengan sepenuh perasaan.. menjadi sumber inspirasi kepada mat rempit yang lain..ciri2nya seakan seni.. tetapi sesuatu yang nyata dan tidak kita boleh pertikaikan ialah  ianya membahayakan orang lain!! hakikatnya SENI TIDAK MEMBAHAYAKAN DAN MENYUSAHKAN ORANG LAIN!!! </p>
<p>hukumannya..<br />
kalau difikirkan sememangnya yang dikejar oleh mereka( mat rempit) dengan motor itu bukanlah lawannya, atau pialanya, tapi penghormatan.. nama..  kemegahan.. kalaulah kita dapat tukarkan 3 subjek tersebut kepada antonimnya.. iaitu penghinaan.. kosong.. memalukan.. mahukah mereka mngejarnya lagi.. mungkin disitu kita akan jumpa penyelesaiannya.. kita mencari penyelesaian.. bukan hukuman ..</p>
<p>Tq HR.. now evryone has open their eyes.. salam..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: &#187; To Rempit or To Play Honest Music? Materialisme.Kaburi.Diri</title>
		<link>http://ricecooker.kerbau.com/2006/11/10/hishamuddin-rais-mat-rempit-revisited/comment-page-1/#comment-42965</link>
		<dc:creator>&#187; To Rempit or To Play Honest Music? Materialisme.Kaburi.Diri</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2008 16:53:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ricecooker.kerbau.com/2006/11/10/hishamuddin-rais-mat-rempit-revisited/#comment-42965</guid>
		<description>[...] silalah juga melawat http://ricecooker.kerbau.com/2006/11/10/hishamuddin-rais-mat-rempit-revisited/ untuk mengkaji masalah keadaan mat rempit penyakit sosial ini(serta baca komen2 artikel tersbut)&#8230; [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] silalah juga melawat <a href="http://ricecooker.kerbau.com/2006/11/10/hishamuddin-rais-mat-rempit-revisited/" rel="nofollow">http://ricecooker.kerbau.com/2006/11/10/hishamuddin-rais-mat-rempit-revisited/</a> untuk mengkaji masalah keadaan mat rempit penyakit sosial ini(serta baca komen2 artikel tersbut)&#8230; [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: KabUSriBUt</title>
		<link>http://ricecooker.kerbau.com/2006/11/10/hishamuddin-rais-mat-rempit-revisited/comment-page-1/#comment-40934</link>
		<dc:creator>KabUSriBUt</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 21:28:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ricecooker.kerbau.com/2006/11/10/hishamuddin-rais-mat-rempit-revisited/#comment-40934</guid>
		<description>Kreatif?Seni?

Kreatifkah mereka?terbukti...dengan cat dan lukisan yang ditumpah ke jentera mereka...tapi,sehingga mengancam nyawa sendiri dan orang lain,relevan kah ia?setiap perkara ada buruk dan baiknya,
namun apa yang digambarkan oleh mat rempit masa kini terlalu banyak keburukannya..
lumba haram,seks bebas,antara aktiviti yang wajib pada mat rempit (maaf jika salah),adakah itu BUDAYA yang perlu jadi ikutan?
Gottlieb Daimler dan Wilhelm Maybach(mungkin pencipta motorsikal*aku ambil dari wikipedia) tak bermaksud untuk mencipta motorsikal untuk tujuan perlumbaan,ia adalah teknologi yang memudahkan kerja seharian manusia,namun ada pihak yang telah memesongkannya ke arah itu,dengan cara yang bagaimana?legal atau tidak?
Apapun,terpulang kepada individu untuk menilai kehidupan mat rempit ini..bagi aku,tidak untuk mat rempit.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kreatif?Seni?</p>
<p>Kreatifkah mereka?terbukti&#8230;dengan cat dan lukisan yang ditumpah ke jentera mereka&#8230;tapi,sehingga mengancam nyawa sendiri dan orang lain,relevan kah ia?setiap perkara ada buruk dan baiknya,<br />
namun apa yang digambarkan oleh mat rempit masa kini terlalu banyak keburukannya..<br />
lumba haram,seks bebas,antara aktiviti yang wajib pada mat rempit (maaf jika salah),adakah itu BUDAYA yang perlu jadi ikutan?<br />
Gottlieb Daimler dan Wilhelm Maybach(mungkin pencipta motorsikal*aku ambil dari wikipedia) tak bermaksud untuk mencipta motorsikal untuk tujuan perlumbaan,ia adalah teknologi yang memudahkan kerja seharian manusia,namun ada pihak yang telah memesongkannya ke arah itu,dengan cara yang bagaimana?legal atau tidak?<br />
Apapun,terpulang kepada individu untuk menilai kehidupan mat rempit ini..bagi aku,tidak untuk mat rempit.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ihsanhassan</title>
		<link>http://ricecooker.kerbau.com/2006/11/10/hishamuddin-rais-mat-rempit-revisited/comment-page-1/#comment-40242</link>
		<dc:creator>ihsanhassan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Mar 2008 12:50:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ricecooker.kerbau.com/2006/11/10/hishamuddin-rais-mat-rempit-revisited/#comment-40242</guid>
		<description>a rather enlightening read. u absolutely changed my mind! i feel convinced by your article even though in reality i despise the dangerous and inconsiderate driving that you call an art. i cant help but to swear profusely whenever they swarm in great numbers and endanger my life in our already deadly roads.

that said, i think it is time we allow people to choose the lifestyle of their choice and i have to admite it was rather arrogant for us to tell them what they should do to entertain themselves. i live near batu tiga, and yes i think it was a bad idea to destroy what was once a thriving youth culture. they built a hideously designed shah alam middle class suburb in its stead.  typical.

and yes old people should listen more!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>a rather enlightening read. u absolutely changed my mind! i feel convinced by your article even though in reality i despise the dangerous and inconsiderate driving that you call an art. i cant help but to swear profusely whenever they swarm in great numbers and endanger my life in our already deadly roads.</p>
<p>that said, i think it is time we allow people to choose the lifestyle of their choice and i have to admite it was rather arrogant for us to tell them what they should do to entertain themselves. i live near batu tiga, and yes i think it was a bad idea to destroy what was once a thriving youth culture. they built a hideously designed shah alam middle class suburb in its stead.  typical.</p>
<p>and yes old people should listen more!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: 2ndfloortojump`</title>
		<link>http://ricecooker.kerbau.com/2006/11/10/hishamuddin-rais-mat-rempit-revisited/comment-page-1/#comment-37488</link>
		<dc:creator>2ndfloortojump`</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Nov 2007 14:10:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ricecooker.kerbau.com/2006/11/10/hishamuddin-rais-mat-rempit-revisited/#comment-37488</guid>
		<description>brayok say..
is rite!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>brayok say..<br />
is rite!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: naz</title>
		<link>http://ricecooker.kerbau.com/2006/11/10/hishamuddin-rais-mat-rempit-revisited/comment-page-1/#comment-32453</link>
		<dc:creator>naz</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Sep 2007 19:31:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ricecooker.kerbau.com/2006/11/10/hishamuddin-rais-mat-rempit-revisited/#comment-32453</guid>
		<description>pembetulan, bukan flock mentality, tapi herd mentality.. maaf atas kesilapan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pembetulan, bukan flock mentality, tapi herd mentality.. maaf atas kesilapan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: naz</title>
		<link>http://ricecooker.kerbau.com/2006/11/10/hishamuddin-rais-mat-rempit-revisited/comment-page-1/#comment-32452</link>
		<dc:creator>naz</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Sep 2007 19:20:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ricecooker.kerbau.com/2006/11/10/hishamuddin-rais-mat-rempit-revisited/#comment-32452</guid>
		<description>a&#039;kum terlebih dulu saya ucapkan..

saya sebenarnya amat menghormati saudara hishamuddin rais, sebagai seorang aktivis dan juga seorang penulis. tetapi, setelah membaca warkah ini, saya merasakan bahawa isi kandungannya penuh dengan &quot;assumptions&quot;. saya mengakui adalah elok utk seseorang mempunyai pandangan mereka sendiri, tetapi sebagai seorang penulis yang terkenal, segala pendapat akan diambil serius oleh para pembaca, atas sebab status &quot;opinion leader&quot; beliau..

apakah wajar warga &quot;old tie&quot; disalahkan atas fenomena mat rempit ini? saya rasa tidak wajar. saya orang muda, tetapi saya tidak menuding jari ke arah mereka. walaupun mereka sibuk menjadi tauke motosikal, yang menggalakkan orang muda membelinya, ia tidak bermakna bahawa mereka juga menggalakkan yang muda untuk terlibat dengan kegiatan yang tidak sihat. seperti mana tauke kilang panadol tidak boleh dipersalahkan jika produk mereka disalah guna sebagai bahan khayal oleh remaja yang bersifat experimental. 

saya sedar niat penulis yang cuba untuk memberi justifikasi terhadap penularan fenomena rempit ini. tetapi saya minta janganlah. ini akan membuatkan mereka berasa lebih &quot;recognized&quot;, diiktiraf sebagai satu fenomena yang unik untuk negara ini. tambahan pula, segala masalah yang mereka hadapi tidak akan dapat mereka selesaikan, sebaliknya akan mengamalkan sikap menyalahkan orang lain.

bukanlah saya ingin menjulang bangsa lain, tetapi saya sendiri menyaksikan dan mengenali anak2 bangsa lain yang mampu mengubah nasib sendiri selama mereka terperangkap dalam keadaan yang sukar. seorang anak cina membantu ibu bapanya menjual nasi ayam boleh mengulang kaji pelajaran di sebalik hingar bingar suara penjual lain. seorang jiran saya dahulu yang berumur sebaya, boleh mengulangkaji pelajaran dan lulus dengan cemerlang, walaupun berkongsi sebuah rumah kecil dengan keluarga dan saudara maranya. tempat tidurnya? di ruang tamu sahaja bersama sepupu2nya yang lain. adakah tempat itu sempit? sudah tentu. adakah keadaannya selesa? sekali tengok pun tahu memang tidak. tetapi mereka boleh melakukan yang terbaik untuk diri sendiri. mereka menganggap situasi itu sebagai motivasi untuk mengubah cara hidup. para mat rempit hanya memberi alasan bahawa rumah tak selesa, sempit, panas dan sebagainya. mengapa perlu banyak alasan? mengaku sajalah yang mereka suka dengan cara hidup rempit, yang menjanjikan keseronokan. mereka ini golongan yang tidak pandang jauh ke depan. seronok sekarang, apa jadi dengan masa depan itu belakang cerita. ini bukan assumption, ini saya dapat melalui satu pemerhatian dan kajian yang telah saya lakukan untuk satu assignment. 

mungkin penulis patut meluangkan masa di jalan raya dan memerhati gelagat para mat rempit ini. saya sendiri telah mengalaminya sendiri, di mana mereka ini yang mempunyai &quot;flock mentality&quot; bersikap sungguh kurang ajar dan tidak bermoral. mereka boleh menunggang di lebuh raya, mengambil ruang ketiga-tiga lorong untuk berkonvoi dan menayang aksi masing-masing. cubalah bunyikan hon kereta anda untuk suruh mereka ke tepi. ada yang akan sanggup untuk menunjukkan isyarat jari tengah, mencari gaduh atau mengejar kenderaan anda. saya bukanlah bercakap kosong, ini dari pengalaman sendiri. sudah banyak kali terjadi.

apakah ini semua seni? yang saya faham, teater itu seni. para pelukis di pasar seni itu menghasilkan seni. berpuisi itu seni. bersilat itu seni. mencilok sini sana satu seni juga? kalau begitu, memang banyaklah seniman di atas jalan raya kita. tidak begitu?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>a&#8217;kum terlebih dulu saya ucapkan..</p>
<p>saya sebenarnya amat menghormati saudara hishamuddin rais, sebagai seorang aktivis dan juga seorang penulis. tetapi, setelah membaca warkah ini, saya merasakan bahawa isi kandungannya penuh dengan &#8220;assumptions&#8221;. saya mengakui adalah elok utk seseorang mempunyai pandangan mereka sendiri, tetapi sebagai seorang penulis yang terkenal, segala pendapat akan diambil serius oleh para pembaca, atas sebab status &#8220;opinion leader&#8221; beliau..</p>
<p>apakah wajar warga &#8220;old tie&#8221; disalahkan atas fenomena mat rempit ini? saya rasa tidak wajar. saya orang muda, tetapi saya tidak menuding jari ke arah mereka. walaupun mereka sibuk menjadi tauke motosikal, yang menggalakkan orang muda membelinya, ia tidak bermakna bahawa mereka juga menggalakkan yang muda untuk terlibat dengan kegiatan yang tidak sihat. seperti mana tauke kilang panadol tidak boleh dipersalahkan jika produk mereka disalah guna sebagai bahan khayal oleh remaja yang bersifat experimental. </p>
<p>saya sedar niat penulis yang cuba untuk memberi justifikasi terhadap penularan fenomena rempit ini. tetapi saya minta janganlah. ini akan membuatkan mereka berasa lebih &#8220;recognized&#8221;, diiktiraf sebagai satu fenomena yang unik untuk negara ini. tambahan pula, segala masalah yang mereka hadapi tidak akan dapat mereka selesaikan, sebaliknya akan mengamalkan sikap menyalahkan orang lain.</p>
<p>bukanlah saya ingin menjulang bangsa lain, tetapi saya sendiri menyaksikan dan mengenali anak2 bangsa lain yang mampu mengubah nasib sendiri selama mereka terperangkap dalam keadaan yang sukar. seorang anak cina membantu ibu bapanya menjual nasi ayam boleh mengulang kaji pelajaran di sebalik hingar bingar suara penjual lain. seorang jiran saya dahulu yang berumur sebaya, boleh mengulangkaji pelajaran dan lulus dengan cemerlang, walaupun berkongsi sebuah rumah kecil dengan keluarga dan saudara maranya. tempat tidurnya? di ruang tamu sahaja bersama sepupu2nya yang lain. adakah tempat itu sempit? sudah tentu. adakah keadaannya selesa? sekali tengok pun tahu memang tidak. tetapi mereka boleh melakukan yang terbaik untuk diri sendiri. mereka menganggap situasi itu sebagai motivasi untuk mengubah cara hidup. para mat rempit hanya memberi alasan bahawa rumah tak selesa, sempit, panas dan sebagainya. mengapa perlu banyak alasan? mengaku sajalah yang mereka suka dengan cara hidup rempit, yang menjanjikan keseronokan. mereka ini golongan yang tidak pandang jauh ke depan. seronok sekarang, apa jadi dengan masa depan itu belakang cerita. ini bukan assumption, ini saya dapat melalui satu pemerhatian dan kajian yang telah saya lakukan untuk satu assignment. </p>
<p>mungkin penulis patut meluangkan masa di jalan raya dan memerhati gelagat para mat rempit ini. saya sendiri telah mengalaminya sendiri, di mana mereka ini yang mempunyai &#8220;flock mentality&#8221; bersikap sungguh kurang ajar dan tidak bermoral. mereka boleh menunggang di lebuh raya, mengambil ruang ketiga-tiga lorong untuk berkonvoi dan menayang aksi masing-masing. cubalah bunyikan hon kereta anda untuk suruh mereka ke tepi. ada yang akan sanggup untuk menunjukkan isyarat jari tengah, mencari gaduh atau mengejar kenderaan anda. saya bukanlah bercakap kosong, ini dari pengalaman sendiri. sudah banyak kali terjadi.</p>
<p>apakah ini semua seni? yang saya faham, teater itu seni. para pelukis di pasar seni itu menghasilkan seni. berpuisi itu seni. bersilat itu seni. mencilok sini sana satu seni juga? kalau begitu, memang banyaklah seniman di atas jalan raya kita. tidak begitu?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: PIEper</title>
		<link>http://ricecooker.kerbau.com/2006/11/10/hishamuddin-rais-mat-rempit-revisited/comment-page-1/#comment-32429</link>
		<dc:creator>PIEper</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Sep 2007 09:44:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ricecooker.kerbau.com/2006/11/10/hishamuddin-rais-mat-rempit-revisited/#comment-32429</guid>
		<description>hahaha... mereka tu aku rasa banyak yang mengikut je..
xde pendirian dalam hidup diorang.. hak hak hak.. tapi ade la nampak diorang nye unite kan.. tu jela..
untite pon untuk buat bende yg x elok.. x best gak.. baik korag unite n perjuangkan agama korang yg semakin diabaikan nih.. ahaha...
lagi 1.. korang x yah la nak tunjuk hebat a.k.a hero kat kaum bangsa sendiri.. watpe?
buang karan je.. ngan bangsa lain takut lak korang kan.. hahaha..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hahaha&#8230; mereka tu aku rasa banyak yang mengikut je..<br />
xde pendirian dalam hidup diorang.. hak hak hak.. tapi ade la nampak diorang nye unite kan.. tu jela..<br />
untite pon untuk buat bende yg x elok.. x best gak.. baik korag unite n perjuangkan agama korang yg semakin diabaikan nih.. ahaha&#8230;<br />
lagi 1.. korang x yah la nak tunjuk hebat a.k.a hero kat kaum bangsa sendiri.. watpe?<br />
buang karan je.. ngan bangsa lain takut lak korang kan.. hahaha..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tengteng</title>
		<link>http://ricecooker.kerbau.com/2006/11/10/hishamuddin-rais-mat-rempit-revisited/comment-page-1/#comment-31509</link>
		<dc:creator>tengteng</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Sep 2007 00:35:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ricecooker.kerbau.com/2006/11/10/hishamuddin-rais-mat-rempit-revisited/#comment-31509</guid>
		<description>aku dah benti jadik rempit. minyak mahal lak. jalan kaki je...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aku dah benti jadik rempit. minyak mahal lak. jalan kaki je&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: atos</title>
		<link>http://ricecooker.kerbau.com/2006/11/10/hishamuddin-rais-mat-rempit-revisited/comment-page-1/#comment-30965</link>
		<dc:creator>atos</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 03:45:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ricecooker.kerbau.com/2006/11/10/hishamuddin-rais-mat-rempit-revisited/#comment-30965</guid>
		<description>rempit...never ending story,everyday aku tgk dorang buat stunt.. actually you right ezra,they are all poser... but someday, dorang pasti sedar</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>rempit&#8230;never ending story,everyday aku tgk dorang buat stunt.. actually you right ezra,they are all poser&#8230; but someday, dorang pasti sedar</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
